Minggu, 07 Juli 2013

kopi pahit ini?




                 Saat ini aku sudah menemukan gula untuk kopi pati ini. Bukan hanya sesendok namun 2 sendok. Namun mengapa masih belum terasa manis? Masih pahit? Apakah gula ini belum larut dalam kopi ku? Apakah takarannya masih kurang? Atau adukannya kurang tepat? 

                 Setiap orang berhak mendapatkan gulanya, namun mengapa sampai saat ini belum ada gula yang pas untuk kopi pahit ini? Kopi pahit ini masih mengharapkan gula yang terdahulu, gula yang mampu membuatnya manis walau hanya setengah sendok. Namun gula terdahulu sudah tidak menginginkan kopi pahit ini. Dia lebih memilih kopi lain yang lebih manis, sehingga jika di berikan sedikit saja gula olehnya akan semakin terasa manis. 
                 Tuhan, harus berapa lama lagi kopi pahit ini menunggu gulanya? Apakah akan selamanya pahit hingga gula terdahulu menjadi larut kepada kopi yang lainnya? Sakit sekali tuhan. Di saat semua kopi sudah menemukan gulanya, bahkan hingga larut dan sudah tercampur. Hanya aku yang sampai saat ini sibuk mencari gula yang pas? Gula yang pas? Terlalu menuntutkah aku tuhan dalam memilih gula?

MADAKALIPURO, si cantik yang tersimpan

Siang itu aku tiba di madakalipuro beserta teman-teman dari FE unesa. Tiba di parkiran, nampaknya     madakalipuro ini biasa sekali. Sangat biasa sekali jika bisa di bilang. Jalan setapak yang tak rata, sehingga kita jika ingin ke air terjun madakalipuronya harus menyusuri air sungai yang begitu deras. Tak jarang dari kita kepreset waktu melintasi arus deras sungainya. Sempat batin “mending cuban rondo lah kalau kayak gini”. Namun keraguanku akan keindahan madakalipuro sirna ketika aku berjalan setapak demi setapak menyusuri sungai intuk menuju air terjun. Semakin jalan ke dalam pemandangan yang di suguhkan tidak sesederhana ketika di parkiran tadi. Indah, cantik, segar, seperti berada di suatu film amerika yang tentang gorila-gorila itu lho, apa namanya aku lupa. Heuhehehehe. SUMPAH takjub banget sama ciptaan ALLAH SWT. Rasanya itu pengen metikin pohonnya satu-satu, habis seger banget lihatnya. Cantik gitu kali ya kalo di tanam di rumah. Sebelum ke air terjunnya kita (sebagian) istirahat dulu di warung-warung kecil yang tersedia di sekitaran air terjun (kita masih belum kelihat air terjunnya lho, karna air terjunnya ada di balik tebing disisi warung-warung) dan yang sebagiannya uda gak sabar lagi ke air terjun terus jebur-jebur, berenang di bawah derasnya air terjun madakalipuro yang terkenal dengan julukan air hujan yang tak perna berhenti. Daaaaaaaaannnn setelah sebagian dari kita yang tadi berhenti di warung melanjutkan perjalanan lagi ke air terjunnya. Wohaaaaaaa..... sangat-sangat tidak mengecewakan. Airnya deras banget (bener-bener kayak lagi hujan dan banyak bapak-bapak yang sewain payung), segeeeeerrrrr.



ini viewnya sebenarnya lebih bagus dari yang di foto. karna air terjunnya deras banget hampir mirip kayak hujan, jadinya buram :(

Karna aku bawa kamera dan karin lagi sakit, kita gak mau terlalu dalam nyemplung ke kolamnya itu. Eh gataunya si karin malah kepreset pas di bawah air terjunnya. Basah, kebles seisi tas. Karna si karin kebles akhirnya kita balik ke warung-warung tadi (karna ada toilet di sana) dan si karin ganti baju kering.

Dalam perjalanan pulang aku sempet-sempetin ngabadiin pemandangan di madakalipuro. Pemandangannya bikin seger mata sih. 




 ini dia sungai yang harus kita lalui dulu sebelum sampai di air terjun madakalipuro




 weheeee, seperti mendaki gunung dimana gitu yaa.
hahahahahah



Ga lama sih kita ada di sana. Cuma bentar. Sejam kurang mungkin. Yaaaa.... kurang puuuaaaassss nikmatin airnya.

Senin, 24 Juni 2013

DAY'S 3 TRIP TO JOGJAKARTA WITH GALAU RANGGERS







                 Aaaarrrrggghhhhhh....... akhirnya bisa publikasiin cerita hari ketiga di Jogja ini. maklum lah ya sibuk eike. di hari ketiga ini adalah hari kebebasan buat kita di jogja. jadwal di hari ketiga ini judulnya "terserah kalian mau kemana". karna kemaren blo, lulu, dan irul sudah pulang. sedangkan ines ke jogja sama pacarnya begitu juga alin, maka pastilah mereka keluar sendiri-sendiri. aku, mak, dyah, dan fitri memilih untuk jalan-jalan bareng, shopping bareng, hunting foto bareng.di mulai dari jam 9 pagi kita sebelum jalan-jalan cari makan dulu. nggak afdol kalo ke jogja makannya gak di angkringan. hehehe.









setelah dirasa cukup kenyang kita lanjutin perjalanan kita. hari ini kita cuma pengen santai-santai aja, keliling malioboro, hunting foto, cari oleh2.

setelah makan kita langsung cus ke mirota. cus lho!! cuuussss!!! namun apa daya, namanya juga mata perewong. ada yang bagus dikit, pegang2 bentar (bentaaaaarrrr), saking bentarnya bisa kali aku nungguin anak-anak sambil ngopi. mau keluar, ada baju lucu, masuk lagi, keluar lagi, masuk lagi. hahahahahahahaha.

daaaannn sampai akhirnya kita di MIIIROOOTAAAAAA, setelah perjalanan mata yang cukup melelahkan

sadar pet copet!!




 pose dulu...
hahahahaha





 lihat-lihat doang mbak? beli dong!!







arek iki lek nyoba suatu barang mesti gatau nanggung

termasuk sayaa.. hahahahahaha


 uangnya banyak ya mak, culik atu ketahuan ngga ya?



enaknya belanja di mirota itu selain pilihannya banyak, kita juga gak perlu gontok-gontokan sama penjualnya kalo kita ga jadi beli atau hanya sekedar menggang barangnya. emang barangnya mahal-mahal, namun sebanding dengan kualitasnya. lagian perbedaan harganya gak seberapa kok. mungkin hanya beda beberapa ribu aja selisihnya.

setelah dari mirota, aku sama karina mutusin untuk jalan-jalan ke taman sari. manun sayang sampai sana taman sari udah tutup. alhasil kita cuma bisa foto-foto diluar :(





















Di luarnya aja bagus, apalagi di dalamnya :""((. sayang banget waktu aku sama karin datang, musiumnya uda di tutup. setelah dari taman sari kita berdu balik ke hotel, lalu malamnya di lanjutin makan di Raminten. Harga makanannya sangat-sangat terjangkau. bolehlah balik lagi ke sini kapan-kapan. ssttt... mbak dan mas pramusajinya menggunakan pakaian adat jawa gitu. yg cewek kembenan dan yang laki telanjang dada. betah deh buat cowok-cowok kalo ke sini. heuheheheh. makanya aku ajakin mereka ke sini berandalkan GPS. hah!! tapi sebelum ke Raminten (karna satu arah), kita foto-foto dulu di tugu jogja














setelah dari tugu kita lanjutin perjalanan kita ke raminten untuk isi perut, sempet kesasar-sasar. tapi sebenernya lokasi raminten ini sangat terjangkau dan juga dekat dari tugu jogja. kita pilih makan malam di raminten karena dengar-dengar tempat ini unik dan tempat tongkrongan paling hits se antero jogja. hahahaha.

sesampainya kita di raminten, tempatnya emang keren, artistik, nyaman berasa di rumah. mbak dan mas-mas pramusajinya juga unik. untuk laki-laki, mereka telanjang dada dan hanya menggunakan sejenis kain sarung batik mulai dari pusar sampai betis. mbak-mbak pramusajinya menggunakan kemben khas tradisional jogja. nyaman deh pokoknya di raminten ini. waktu kita dateng itu rame banget tempatnya, kita antri hampir 15menit, lalu baru di panggil. menu makanan yg di sediain ternyata juga aneh-aneh. ada nasi kucing pakte, nasi kucing tante, es tancap perawan, es gajah mungkur, dan yang paling terkenal itu es susunya.

harganyaaa????? jangan tanya. terjangkau banget!!!! apalagi nasinya, harga 1000 aja ada. tapi porsinya kayak nasi harga 5000. jadi pesen sepiring aja uda kenyang.

 nunggu antrian di depan


 menu makanan di raminten. unik-unikkan namanya?





 sambil nungguin makanannya foto-foto dulu


 ini dia nasi kucing paktenya dan ternyata kepanjangan pakte (pakai telor), sedangkan tante (tanpa telor).
sepiring nasi ini harganya cuma 2000, muraaaahhh kan? pas untuk kantong-kantong backpacker seperti kita ini.


 es susunya unik


 nyucuk'an










mirip banget yaaa :(


setelah selesai makan kita kembali ke hotel pake taxi dan karna raminten ini di tempat yang sepi jarang ada taxi, ada pun kita berebut sama pengunjung lain. karna lama nunggu taxi di depan raminten ga dateng-dateng, akhirnya kita putusin jalan sambil naik taxi.

sesampainya di hotel kita langsung istirahat karna besok pagi aku, karin, ines, ali, alin balik ke surabaya pakai kereta pagi. fitri dan diah stay di jogja sampe beberapa hari kedepan karna ada keperluan, enaknya mereka berdua bisa lama-lama di jogja.

ga perna bosan untuk balik lagi ke jogja. pertengaan puasa ini aku dan karin akan balik lagi ke jogja :D. menikmati hikmatnya puasaan di jogja bersama warga-warga jogja yang lainnya :))